ARUNIKA CDC IAIN PALOPO

Institut Agama Islam Negeri Palopo
Thursday, 20 Jun 2024

Bubble burst dan fenomena PHK Massal Perusahaan Rintisan (Startup)

Berita Umum | 11 Juni 2022 19:20 wib Bubble burst sedang ramai diperbincangkan saat ini. Fenomena ini terjadi melihat kondisi beberapa perusahaan rintisan yang melakukan aksi pemutusan hubungan kerja pada karyawannya. Bubble burst merupakan pertumbuhan ekonomi dengan nilai pasar yang cepat naik kemudian diikuti dengan penurunan yang cepat juga terutama dalam harga aset.

Lebih lanjut, menurut ekonom Hyman P. Minsky, bubble burst terdiri dari lima tahap diantaranya 


1. Perpindahan
Pada fase perpindahan terjadi fase dimana investor tertarik oleh paradigma baru diantaranya penemuan teknologi baru. 

2. Booming 
Pada fase ini, terjadi kenaikan harga lantaran menarik perhatian pasar dan sorotan media. 

3. Euforia
Aset yang meroket kemudian akan sampai pada titik tertinggi sehingga kehati-hatian menjadi berkurang. 

4. Profit taking 
Pada fase ini, investor akan mencari keuntungan dengan melihat sinyal harga aset yang sudah mencapai titik tertinggi. 

5. Panik
Setelah 4 fase diatas terjadi, para investor akan dihadapkan pada jatuhnya harga aset. Sehingga para investor mencairkan dana dengan harga berapapun. 

Melihat tahapan diatas, apakah bubble burst ada kaitannya dengan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh beberapa perusahaan rintisan? Atau perusahaan rintisan atau startup sudah habis masanya? Ataukah ini akibat strategi beberapa startup yang masih harus menerapkan strategi bakar uang untuk meraih konsumen ? 

PHK massal yang terjadi, sebut saja yang dilakukan oleh LinkAja hingga zenius atau MPL yang harus angkat kaki dari Indonesia yang juga berdampak pada PHK. Dilansir dari berbagai sumber salah satu startup LinkAja melakukan PHK diakrenakan untuk penyesuaian bisnis yang sedang dilakukan perusahaan atau pihak MPL yang melihat terjadinya perlambatan ekosistem startup di Indonesia yang mengharuskan tindakan PHK terjadi. 

Beberapa pengamat mengatakan bahwa ini bukanlah bubble burst melainkan sulitnya perusahaan rintisan mendapatkan pendanaan. Melihat beberapa perusahaan rintisan yang masih mengandalkan strategi bakar uang. 

Disisi lain, kabar dari perusahaan rintisan ini dianggap positif dikarenakan sudah waktunya valuasi tidak lagi menjadi sorotan utama melainkan value startup tersebut. 

Startup tidaklah habis masanya, penyesuaian itu wajar dan memang harus dengan strategi yang lebih cerdas dengan mempertimbangkan sebaik mungkin kemungkinan kemungkinan yang dapat terjadi. 

Nah, itulah tadi pembahasan sekaitan PHK oleh beberapa perusahaan rintisan yang dikaitkan dengan fenomena bubble burst. Strategi perusahaan akan menentukan arah baik atau buruknya, maka dibutuhkan strategi yang lebih baik untuk melewati masa masa sulit sebuah startup.


(Ardi)

Dilihat 908 kali
Link